• Tue, Aug 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 August 2026 05:38  |

Trump Tolak Perpanjang Gencatan Senjata, Peluang Damai Makin Menipis

Prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali memburuk setelah Presiden Donald Trump menegaskan tidak tertarik memperpanjang memorandum kesepahaman yang berakhir pada Senin. Kesepakatan tersebut sebelumnya dirancang sebagai masa jeda selama 60 hari agar Washington dan Teheran dapat mencapai perjanjian damai yang lebih permanen.

Namun dua bulan setelah kesepakatan ditandatangani, kedua pihak kini sama-sama menilai perjanjian tersebut praktis sudah tidak berlaku. Ketegangan di Selat Hormuz terus memicu bentrokan baru, sementara konflik di beberapa titik Timur Tengah, termasuk Lebanon, membuat risiko eskalasi regional semakin besar. Belum ada kemajuan berarti terkait program nuklir Iran yang tetap menjadi salah satu tuntutan utama Washington.

Trump tetap menilai AS memiliki posisi tawar kuat melalui blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Ia kembali mengklaim Washington memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, pernyataan yang bertentangan langsung dengan posisi Teheran yang bersikeras memiliki hak mengatur lalu lintas melalui jalur strategis tersebut.

Ketidakpastian tersebut langsung tercermin di pasar energi. Brent menutup perdagangan Senin mendekati US$91 per barel dan telah melonjak sekitar 8% sejak awal pekan lalu. Pasar semakin pesimistis terhadap kemungkinan pembukaan kembali Hormuz dalam waktu dekat, padahal jalur tersebut sebelum konflik menangani sekitar seperlima arus minyak dan gas dunia.

Oman masih mencoba menengahi pembicaraan dengan Iran mengenai pengelolaan Hormuz. Teheran menyatakan peta pelayaran baru telah diselesaikan sebagai bagian dari kerangka pengaturan lalu lintas, tetapi kesepakatan final belum tercapai. Iran juga tetap menuntut AS mencabut blokadenya sebelum normalisasi pelayaran dapat dilakukan.

Analisis Newsmaker: Penolakan Trump memperpanjang gencatan senjata memperkuat sinyal bahwa diplomasi AS-Iran semakin kehilangan momentum. Selama blokade tetap berlangsung dan Hormuz belum dibuka secara penuh, premi risiko pada minyak berpotensi bertahan tinggi. Kondisi ini juga menjaga risiko inflasi global serta permintaan safe haven seperti emas, sementara eskalasi militer baru dapat mendorong volatilitas pasar jauh lebih besar.(yds)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai