Emas Tembus US$4.400, Ekspektasi Fed Kenaikan Terus Menurun!
Harga emas melanjutkan penguatannya pada perdagangan Senin (17/08) di sesi Asia dan bergerak di sekitar US$4.405 per troy ons. Momentum emas tetap terjaga setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah menekan dolar dan semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.
Dukungan terbaru datang dari Retail Sales AS Juli yang turun 0,6% secara bulanan, berbalik dari kenaikan 0,2% pada Juni dan jauh lebih lemah dibandingkan perkiraan kenaikan 0,1%. Secara tahunan, pertumbuhan penjualan ritel juga melambat menjadi 5,0% dari 6,8% sebelumnya, menunjukkan konsumsi masyarakat AS mulai kehilangan momentum.
Data tersebut melengkapi CPI dan PPI pekan lalu yang menunjukkan tekanan inflasi relatif lebih terkendali. Kombinasi inflasi yang melanda dan konsumsi yang melemah membuat pasar semakin menyarankan The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga. Ekspektasi kenaikan Fed pada bulan September kini berada di sekitar lingkaran, sehingga menjadi sentimen positif bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan AS-Iran masih menjadi faktor penting bagi pasar. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi meminta Washington menerima kegagalan strateginya setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras mengenai Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada negosiasi antara Teheran dan Washington. Iran menyatakan pelayaran melalui Selat Hormuz baru dapat kembali berjalan apabila AS menerima sejumlah persyaratan dari Teheran, sehingga risiko terhadap jalur energi tersebut masih tinggi.
Analisis Newsmaker: Pelemahan dolar dan turunnya ekspektasi kenaikan Fed menjadi pendorong utama emas menuju area psikologis US$4.400. Ketegangan AS-Iran turut menjaga permintaan safe haven, meski kenaikan harga minyak akibat konflik dapat kembali meningkatkan risiko inflasi. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.400, momentum menuju area puncak sebelumnya kembali terbuka, sementara kegagalan menembus level tersebut dapat memicu konsolidasi jangka pendek.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id