Wall Street Turun, The Fed Kembali Menghantui
Bursa saham Amerika Serikat ditutup sedikit melemah pada perdagangan Senin (10/8). S&P 500 turun 0,1%, Nasdaq melemah 0,3%, sementara Dow Jones kehilangan sekitar 61 poin karena investor kembali mencermati arah suku bunga The Fed.
Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak yang ikut mendorong yield obligasi AS. Pasar khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali meningkatkan inflasi menjelang rilis data CPI pekan ini.
Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian, meskipun pasar tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan tanda-tanda melemah. Investor menilai inflasi yang tetap tinggi dapat memaksa The Fed mempertahankan kebijakan yang lebih ketat.
Saham sektor keuangan ikut tertekan. Visa turun 0,3%, American Express melemah 0,6%, dan Morgan Stanley kehilangan 0,5%. Saham produsen chip juga turun tajam, dengan Nvidia merosot 2,9% dan Intel turun 4,1%.
Apple melemah sekitar 1,5% setelah Jefferies menurunkan rekomendasi saham menjadi underperform. Namun, beberapa saham teknologi besar masih menguat, termasuk Microsoft yang naik 1,2% karena permintaan layanan cloud tetap kuat.
Analisis Newsmaker: Wall Street mulai kehilangan momentum karena kenaikan minyak menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi. CPI AS akan menjadi katalis berikutnya. Inflasi yang melandai dapat membantu saham kembali menguat, sedangkan CPI yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan pada sektor teknologi dan saham sensitif terhadap suku bunga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id