Emas Tembus Tertinggi 9 Minggu
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Senin (10/8) dan menyentuh level tertinggi dalam sembilan minggu. Emas spot naik sekitar 0,8% ke US$4.376,56 per troy ons, sementara emas berjangka AS ditutup naik sekitar 0,5% ke US$4.419,70.
Momentum bullish masih menjadi pendorong utama. Kenaikan tajam sejak Jumat membuat sebagian investor mulai takut tertinggal reli atau fear of missing out (FOMO), terutama setelah emas kembali mendekati area psikologis US$4.500.
Sentimen emas juga masih mendapat dukungan dari data tenaga kerja AS yang lemah. Nonfarm Payrolls Juli sebelumnya mencatat penurunan tak terduga, sehingga pasar mulai mengurangi keyakinan bahwa The Fed harus segera menaikkan suku bunga.
Dukungan lain datang dari China. Bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada Juli dan mencatat tambahan cadangan terbesar sejak Oktober 2023. Permintaan tersebut semakin memperkuat minat investor terhadap logam mulia.
Fokus pasar kini beralih ke CPI AS pada Rabu dan PPI pada Kamis. Inflasi Juli diperkirakan melandai menjadi sekitar 3,4% secara tahunan dari 3,5% sebelumnya. Data yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat peluang emas melanjutkan kenaikan.
Analisisa Newsmaker: Momentum gold masih cenderung bullish dengan area US$4.400–US$4.500 menjadi target penting berikutnya. Namun, CPI akan menjadi ujian utama. Inflasi yang melandai dapat membuka jalan menuju US$4.500, sedangkan data yang lebih panas berpotensi mengangkat dolar dan yield serta memicu profit taking pada emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id