• Mon, Aug 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 August 2026 09:10  |

Hormuz Memanas Lagi?

Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat pada Senin (10/08)  setelah Iran dan Oman belum berhasil mencapai kesepakatan final untuk membuka jalur pelayaran. Iran menyatakan pembicaraan memang mengalami kemajuan, tetapi pembukaan penuh Hormuz tetap bergantung pada tuntutan kepada Amerika Serikat, termasuk pencabutan sanksi dan blokade.

Situasi semakin sensitif setelah muncul laporan di media sosial mengenai dugaan serangan rudal antikapal Iran terhadap sebuah tanker di dekat Oman. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, sehingga identitas kapal, jumlah rudal, maupun kondisi korban belum dapat dipastikan.

Meski klaim terbaru belum terverifikasi, ancaman terhadap pelayaran memang masih nyata. Dalam beberapa hari terakhir terdapat laporan serangan terhadap kapal di kawasan Hormuz, sementara pergerakan kapal melalui jalur tersebut masih jauh di bawah kondisi normal akibat konflik yang berlangsung sejak awal tahun.

Ketegangan juga meluas ke kawasan Yaman. Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkatkan serangan terhadap kepentingan yang berkaitan dengan Arab Saudi, menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat menyebar lebih luas dan mengganggu jalur energi di Teluk maupun Laut Merah.

Pasar minyak langsung merespons ketidakpastian tersebut. Pada perdagangan Senin pagi, Brent naik sekitar 0,9% ke US$84,32 per barel, sementara WTI menguat sekitar 0,7% ke US$78,74. Investor kembali memasukkan premi risiko geopolitik karena belum ada kepastian kapan arus minyak melalui Hormuz dapat kembali normal.

Analisis Newsmaker: Selama kesepakatan Iran–Oman belum final dan ancaman terhadap kapal masih muncul, minyak berpeluang tetap bertahan tinggi. Brent kini kembali berada di atas US$84. Eskalasi baru dapat membawa harga naik lebih jauh, sedangkan kesepakatan resmi yang benar-benar menjamin kebebasan pelayaran berpotensi memicu koreksi cepat pada minyak.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Teluk Membara, Hormuz Terkunci Lagi?

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang besar pada Minggu, menjadi eskalasi paling berat dalam beberapa bulan...

13 July 2026 07:39
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai