Wall Street Bergerak Datar, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Bursa saham Amerika Serikat bergerak terbatas pada perdagangan Senin (11/8), setelah reli terbaru membawa indeks utama bertahan mendekati level rekor. S&P 500 dan Dow Jones bergerak datar, sementara Nasdaq 100 melemah tipis karena investor masih menimbang prospek suku bunga tahun ini.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 35,7 poin atau 0,07% ke 54.072,66. S&P 500 turun 5,9 poin atau 0,08% ke 7.751,74, sementara Nasdaq Composite melemah 10,2 poin atau 0,04% ke 26.680,44.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh data Nonfarm Payrolls Juli yang secara mengejutkan menunjukkan penurunan pekerjaan. Data tersebut menantang pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih sangat kuat, terutama setelah beberapa pejabat FOMC sebelumnya menyatakan hawkish dan mendukung kenaikan suku bunga.
Investor juga memperhatikan perkembangan di Timur Tengah, terutama terkait peluang pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski risiko gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia masih membayangi, harga bahan bakar tetap berada di bawah puncak terbaru, sehingga sedikit meredakan kekhawatiran inflasi energi.
Dari sisi dampak pasar, Wall Street berpotensi tetap bergerak hati-hati menjelang rilis data inflasi AS dan laporan keuangan penting pekan ini. Saham teknologi masih mendapat dukungan dari kuatnya permintaan layanan cloud, dengan Meta, Microsoft, dan SpaceX naik sekitar 1%. Namun, tekanan datang dari Intel yang turun lebih dari 3% karena rencana penawaran saham senilai US$15 miliar, serta Apple yang melemah 2,5% setelah mendapat downgrade dari Jefferies. (asd)
Sumber: Newsmaker.id