DXY Dekati 100, Pasar Tunggu Kejutan CPI
Indeks dolar AS naik tipis ke sekitar 99,7 pada perdagangan Senin (10/8) setelah pekan lalu turun 0,4% dan sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan. Pasar kini mulai fokus pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini.
Sentimen terhadap dolar masih dipengaruhi data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan NFP pada Jumat membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 46%, dari sekitar 64% sepekan sebelumnya.
Pasar saat ini justru melihat peluang The Fed menahan suku bunga sekitar 54%. Karena itu, data CPI menjadi sangat penting untuk menentukan apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong The Fed kembali bersikap hawkish.
Investor juga tetap memantau perkembangan Timur Tengah dan pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, kesepakatan antara AS dan Iran dalam waktu dekat masih terlihat sulit tercapai.
Dolar juga cenderung menguat terhadap yen. Mata uang Jepang mulai kehilangan sebagian keuntungan setelah intervensi sebelumnya, meski masih jauh lebih kuat dibandingkan level terendah multi-dekade yang sempat disentuh akhir bulan lalu.
Analisis Newsmaker: DXY masih berada dalam fase konsolidasi di bawah 100. CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menghidupkan kembali peluang kenaikan suku bunga dan mendorong dolar naik. Sebaliknya, inflasi yang melandai berpotensi kembali menekan dolar dan mendukung emas serta mata uang utama lainnya. (arl)
Sumber: Newsmaker.id