Hormuz Memanas, Bursa AS Terpukul
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/7). Indeks S&P 500 turun 0,2%, Nasdaq 100 melemah 0,4%, sedangkan Dow Jones merosot 464 poin.
Tekanan muncul setelah harga minyak kembali naik dan memicu kekhawatiran inflasi. Kenaikan harga energi membuat pasar menilai The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan.
Harga minyak menguat setelah investor mulai meragukan pembukaan penuh Selat Hormuz. Iran dilaporkan berencana melarang kapal milik Amerika Serikat dan Israel melintas, serta meminta kompensasi dari negara yang dianggap memusuhi Teheran.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan komentar hawkish. Ketua The Fed Kevin Warsh juga dilaporkan siap menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi kembali meningkat.
Saham keuangan dan teknologi ikut melemah. JPMorgan turun 0,8%, Morgan Stanley merosot 2,1%, dan Alphabet kehilangan 1,3%. Western Digital anjlok 13% akibat proyeksi bisnis yang mengecewakan, sementara Sandisk turun 6,8%.
Analisis Newsmaker: Wall Street kembali tertekan karena kenaikan minyak meningkatkan risiko inflasi dan suku bunga tinggi. Jika ketegangan Hormuz terus mendorong harga energi, saham teknologi dan keuangan berisiko melanjutkan pelemahan. Namun, kemajuan kesepakatan Iran dapat menekan minyak dan membantu pasar saham kembali pulih. (arl)
Sumber: Newsmaker.id