NFP Jadi Penentu Arah EUR/USD
EUR/USD bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, seiring dolar Amerika Serikat kembali mendapatkan dukungan menjelang rilis data ketenagakerjaan utama. Euro turun sekitar 0,28% ke kisaran US$1,1521, sementara indeks dolar naik 0,31% menuju level 99,97.
Penguatan dolar didorong oleh sikap hati-hati investor menjelang laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat. Pasar memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 80.000 pekerjaan pada Juli, meningkat dari 57.000 pada Juni, sedangkan tingkat pengangguran diprediksi bertahan di 4,2%. Hasil data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Tekanan terhadap EUR/USD juga meningkat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,668%. Kenaikan yield memperbesar daya tarik aset berbasis dolar, terutama setelah data klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil dan jumlah pemutusan hubungan kerja turun ke level terendah dalam dua tahun.
Selain faktor tenaga kerja, lonjakan harga minyak turut membayangi euro karena kawasan Eropa sangat sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Harga Brent melonjak ke atas US$82 per barel setelah muncul kembali kekhawatiran mengenai pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi Eropa sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan.(CP)