• Thu, Aug 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 August 2026 07:38  |

Emas Dekati US$4.300, Reli Empat Hari Beruntun

Harga emas kembali menguat pada perdagangan Asia Kamis (6/8), memperpanjang kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Emas spot naik menuju US$4.283 per troy ons setelah melonjak lebih dari 4% pada sesi sebelumnya. Secara akumulatif, harga emas telah menguat hampir 6% sepanjang pekan ini dan semakin mendekati level psikologis US$4.300. Pada penutupan Rabu, emas spot berada di US$4.253,36, sedangkan kontrak berjangka Desember ditutup di US$4.305,20.

Reli emas terutama ditopang oleh kesepakatan Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Prospek pulihnya sebagian arus minyak menekan harga energi, meredakan risiko inflasi, dan membuat pasar mengurangi proyeksi kenaikan suku bunga The Fed menjadi hanya satu kali hingga akhir tahun. Suku bunga yang lebih rendah menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Namun, kesepakatan tersebut belum berarti Hormuz langsung dibuka sepenuhnya. Rancangan sementara diperkirakan berlaku selama 60 hari hingga empat bulan, sementara persoalan biaya transit, pengawasan kapal, blokade pelabuhan Iran, dan dukungan Garda Revolusi masih belum selesai. Karena itu, risiko kegagalan implementasi tetap dapat memicu volatilitas minyak dan emas.

Dukungan tambahan datang dari melemahnya pasar tenaga kerja AS. Data ADP menunjukkan perusahaan swasta hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000. Komponen tenaga kerja ISM Services juga turun ke zona kontraksi di 47,4, meskipun aktivitas jasa tetap berkembang dan tekanan harga meningkat. Pasar memperkirakan NFP Juli bertambah sekitar 80.000 dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%.

Meski demikian, ancaman kenaikan bunga belum sepenuhnya hilang. Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan siap mendukung pengetatan apabila inflasi tidak segera melandai. Lonjakan indeks harga sektor jasa ke 70,3 juga menunjukkan tekanan biaya masih tinggi, sehingga The Fed belum memiliki ruang untuk mengabaikan risiko inflasi.

Analisis Newsmaker: Momentum emas masih bullish selama harga bertahan di atas US$4.250. Penembusan kuat di atas US$4.285–US$4.300 berpotensi membuka kenaikan menuju US$4.330–US$4.350. Sebaliknya, kegagalan melewati US$4.300 dapat memicu profit-taking menuju US$4.250, kemudian US$4.220–US$4.200. Data NFP yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperpanjang reli, sedangkan NFP kuat dan pertumbuhan upah tinggi dapat mengangkat dolar serta memicu koreksi emas.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Awas, Emas Terjebak Hormuz dan The Fed!

Harga emas masih tertahan di zona pelemahan setelah tekanan dari dua arah besar kembali muncul, yaitu ketegangan di Selat Hor...

14 July 2026 07:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai