Dow Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan
Bursa saham Amerika Serikat bergerak beragam pada perdagangan Kamis (6/8). Indeks Dow Jones naik tipis dan kembali mencetak rekor tertinggi, sementara S&P 500 bergerak datar untuk sesi kedua berturut-turut.
Pergerakan pasar menunjukkan perbedaan antara saham sektor ekonomi tradisional dan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan. Saham sektor kesehatan dan keuangan masih mendapat dukungan, sedangkan saham teknologi kembali mengalami tekanan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap rendah sejalan dengan melemahnya harga energi. Kondisi ini membuat kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini ikut berkurang.
Dari sisi laporan keuangan, saham Eli Lilly masih bertahan kuat setelah sebelumnya melonjak karena hasil kinerja yang positif. Saham Johnson & Johnson dan Goldman Sachs juga naik sekitar 1%.
Tekanan terbesar datang dari produsen cip dan perusahaan penyimpanan data. Western Digital anjlok sekitar 17% setelah memberikan proyeksi bisnis yang mengecewakan, sementara Sandisk turun hampir 10% karena hasilnya tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Analisis Newsmaker: Dow masih mendapat dukungan dari saham sektor defensif dan keuangan, tetapi Nasdaq berisiko tetap tertekan selama investor terus mengurangi posisi di saham AI dan teknologi. Jika imbal hasil obligasi terus turun, tekanan pada saham teknologi dapat mereda. Namun, laporan keuangan yang mengecewakan masih bisa memicu koreksi lanjutan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id