Kesepakatan Hormuz Tekan Minyak ke Level Terendah Sebulan
Harga minyak bergerak terbatas pada penutupan Rabu (5/8) setelah pasar kembali menimbang peluang pembukaan Selat Hormuz. WTI kontrak September turun 0,73% ke US$75,22 per barel, level terendah hampir satu bulan. Sementara itu, Brent kontrak Oktober justru naik tipis 0,11% ke US$79,45, sehingga tekanan penurunan lebih dominan pada minyak AS.
Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai koordinat jalur pelayaran melalui Hormuz. Pernyataan bersama kedua negara sedang memasuki tahap akhir penyusunan, tetapi kesepakatan tersebut belum otomatis menjamin jalur perdagangan langsung dibuka karena mekanisme keamanan dan pengawasan masih dibahas.
Rancangan sementara diperkirakan mengarahkan kapal masuk melalui wilayah yang dikendalikan Iran dan kapal keluar melalui perairan Oman. Namun, persoalan biaya transit, hak pemeriksaan kapal, dukungan Garda Revolusi Iran, dan pencabutan blokade pelabuhan Iran masih menjadi hambatan utama.
Tekanan tambahan datang dari persediaan minyak mentah AS yang meningkat 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel, berlawanan dengan perkiraan penurunan 1,5 juta barel. Stok di pusat pengiriman Cushing juga melonjak sekitar 2,4 juta barel, meskipun persediaan bensin dan distilat mengalami penurunan tajam.
Risiko geopolitik tetap membatasi penurunan setelah Houthi mengklaim menyerang tanker minyak Saudi dan mengancam meningkatkan serangan di Laut Merah. Kondisi ini membuat investor belum berani sepenuhnya melepas posisi beli karena kegagalan diplomasi dapat kembali mengganggu arus energi dari Hormuz maupun Bab el-Mandeb.
Analisis Newsmaker: Sentimen WTI masih cenderung bearish selama bertahan di bawah US$76, dengan peluang menguji US$74–US$73. Brent perlu menembus kembali US$80–US$81 untuk mengurangi tekanan jual; jika gagal, harga berpotensi turun menuju US$78–US$77. Kesepakatan Hormuz yang resmi dapat memperpanjang penurunan, sedangkan serangan baru atau gagalnya implementasi perjanjian berpotensi mengembalikan Brent ke US$82–US$85. (arl)
Sumber: Newsmaker.id