Yield Melonjak, Wall Street Berbalik Turun
Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Jumat setelah kenaikan di awal sesi gagal bertahan. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan laporan kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar kembali menekan sentimen investor.
Indeks Nasdaq Composite turun 0,1%, S&P 500 melemah 0,2%, sementara Dow Jones Industrial Average kehilangan sekitar 68 poin atau 0,1%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati terhadap prospek suku bunga dan inflasi.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 dan bergerak di sekitar 5,26%. Yield obligasi tenor 10 tahun juga naik menembus 4,7%, tertinggi sejak Januari 2025.
Kenaikan yield terjadi setelah investor mulai meragukan kemampuan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam menekan inflasi tanpa memperketat kebijakan lebih lanjut. Meski Warsh menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga, ia mengakui The Fed tidak memiliki solusi instan, sementara bank sentral kembali mempertahankan suku bunga.
Pasar juga menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap peluang penurunan suku bunga. Berkurangnya harapan pelonggaran kebijakan membuat likuiditas yang selama ini menopang saham-saham spekulatif dan berbasis momentum ikut menyusut. Saham Apple turut membebani pasar setelah laporan kinerjanya mengecewakan investor.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id