Emas Stabil, Pasar Pantau Perang!
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa (21/7), saat pelaku pasar masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Emas bergerak dalam rentang sempit di sekitar US$4.000 per troy ounce setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah tipis 0,2%.
Pergerakan emas tertahan karena pasar masih menimbang dampak konflik terhadap harga energi dan inflasi. Harga minyak relatif stabil setelah naik dua hari, meski Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran dan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Teheran akan “membayar” atas tewasnya tentara AS.
Risiko geopolitik juga meluas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan memblokade jalur maritim Arab Saudi. Ancaman ini membuat koalisi militer yang dipimpin Saudi menyatakan telah mengambil langkah untuk melindungi kapal di Laut Merah.
Namun, tekanan terhadap pasar sedikit tertahan oleh sinyal diplomasi. Iran menyebut mediator telah menghubungi Teheran dengan proposal untuk meredakan konflik, sementara muncul laporan adanya usulan penghentian serangan selama 10 hari.
Dampaknya, emas masih berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek. Sentimen perang memberi dukungan safe haven, tetapi kenaikan harga energi dapat memicu inflasi dan membuka peluang suku bunga The Fed tetap tinggi lebih lama. Selama emas bertahan di sekitar US$4.000, pasar akan terus menunggu arah baru dari konflik Timur Tengah dan sinyal kebijakan The Fed.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id