Bursa Asia Tertahan, Minyak Melemah
Bursa saham Asia bergerak cenderung stabil pada Selasa (21/7) setelah mengalami tekanan dalam tiga sesi terakhir. Investor masih berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat pekan ini, yang akan menjadi penentu apakah saham berbasis AI masih bisa berlanjut.
Indeks MSCI Asia Pacific bergerak datar, dengan penguatan di Jepang membantu menahan pelemahan di kawasan lain. Topix Jepang naik 0,9% setelah kembali dibuka usai libur, sementara bursa Australia melemah 0,5% dan futures Hang Seng turun tipis 0,2%.
Harga minyak Brent turun 0,4% ke sekitar US$88,86 per barel setelah sebelumnya ditutup di level tertinggi sejak pertengahan Juni. Meski turun, pasar tetap waspada terhadap risiko gangguan ekspor minyak Saudi setelah kelompok Houthi mengancam memblokade Jalur Laut Merah.
Sentimen pasar juga masih dibayangi konflik Timur Tengah. AS kembali menyerang sasaran Iran setelah Presiden Donald Trump menegaskan Teheran akan “membayar” atas kematian tiga tentara AS. Di sisi lain, ketegangan dagang juga muncul setelah pemerintahan Trump mengancam tarif baru 50% terhadap sejumlah barang dari Kanada.
Dampaknya ke pasar, saham Asia masih berpotensi menggerakkan hati-hati karena investor menunggu laporan keuangan emiten teknologi besar seperti Tesla dan Alphabet. Jika hasilnya kuat, sentimen saham bisa membaik. Namun, jika harga minyak kembali naik akibat konflik Iran dan ancaman Houthi, risiko inflasi dapat menekan obligasi, saham, dan memperkuat permintaan aset aman seperti dolar AS.(asd)
Sumber : Newsmaker.id