• Tue, Jul 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 July 2026 03:06  |

Wall Street Pangkas Kenaikan, Konflik AS–Iran Tekan Sentimen

Bursa saham Amerika Serikat memangkas kenaikan awal dan bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (20/7). Eskalasi konflik di Timur Tengah menekan sentimen investor, meskipun penguatan sejumlah saham produsen cip memberikan dukungan kepada indeks teknologi.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masih bergerak sedikit lebih tinggi, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 200 poin. Pasar kembali berhati-hati setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan serangan, sementara kelompok Houthi mengancam akan menyerang kapal komersial Arab Saudi di Laut Merah.

Imbal hasil obligasi Treasury AS berjangka panjang ikut meningkat di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat mempertahankan harga bahan bakar pada level tinggi. Kenaikan biaya energi berisiko memperbesar tekanan inflasi dan memperkuat kemungkinan The Federal Reserve menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Saham Apple dan Oracle turun sekitar 3%. Morgan Stanley dan Goldman Sachs juga berbalik melemah lebih dari 1% setelah sebelumnya sempat mencatatkan kenaikan pada awal perdagangan.

Di sisi lain, saham produsen cip menguat ketika investor menilai prospek belanja infrastruktur kecerdasan buatan oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar. Micron dan Sandisk masing-masing naik sekitar 5%, membantu menahan tekanan pada Nasdaq.

Alphabet menguat sekitar 2% menjelang pembaruan proyeksi perusahaan pada Rabu. Panduan tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur arah belanja modal pada pengembangan perangkat lunak, pusat data, dan infrastruktur cip kecerdasan buatan.

Dampak terhadap pasar: Eskalasi konflik dan kenaikan harga energi cenderung menjadi sentimen negatif bagi saham, khususnya sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan konsumsi. Kenaikan imbal hasil Treasury dapat mendukung dolar AS, tetapi menekan saham pertumbuhan serta emas. Namun, permintaan aset aman akibat ketegangan geopolitik masih berpotensi memberikan dukungan terhadap emas dan obligasi jangka pendek.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai