Emas Stabil di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Cermati Arah Suku Bunga The Fed
Harga emas bergerak relatif stabil setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan diikuti laporan mengenai upaya mediasi. Pelaku pasar kini menimbang kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi.
Harga emas diperdagangkan di sekitar level US$4.000 per troy ounce setelah mencatat penurunan sekitar 2,5% sepanjang pekan lalu. Sementara itu, harga minyak bergerak melemah setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa Teheran telah menerima sejumlah usulan dari pihak mediator terkait perang dengan AS, meski tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Konflik Iran yang telah memasuki bulan kelima kembali mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas yang digunakan dalam kegiatan manufaktur dan produksi pangan. Kondisi tersebut membuat investor harus mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi dan potensi peningkatan inflasi di tengah melemahnya sejumlah indikator ekonomi AS.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan imbal hasil obligasi dan biaya pinjaman, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan pendapatan bunga.
Analis Global X ETFs, Justin Lin, mengatakan respons emas terhadap lonjakan harga minyak masih relatif terbatas. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan mulai berkurangnya sensitivitas sebagian investor terhadap risiko geopolitik dan meningkatnya perhatian pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed.
“Imbal hasil obligasi hanya meningkat tipis sepanjang akhir pekan meskipun terjadi eskalasi signifikan di Timur Tengah. Hal tersebut kemungkinan menjadi alasan mengapa harga emas tetap cukup stabil,” ujar Lin.
Pelaku pasar swap memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli masih relatif rendah. Namun, pasar telah memperhitungkan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Pada pukul 14.20 waktu New York, harga emas spot tercatat turun 0,2% menjadi US$4.008,05 per troy ounce. Harga perak dan paladium menguat lebih dari 1,5%, sedangkan platinum bergerak sedikit lebih tinggi. Indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur pergerakan dolar AS terpantau relatif stabil.
Di pasar logam industri, harga tembaga naik 0,7% dan ditutup pada level US$13.622 per metrik ton di London Metal Exchange. Sementara itu, sejumlah logam lainnya, termasuk seng, nikel, dan timbal, bergerak melemah.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id