Saham AS Pulih Ditopang Reli Saham Chip
Saham AS menguat pada Kamis (18/6), memulihkan sebagian pelemahan sebelumnya setelah Federal Reserve memberi sinyal peluang kenaikan suku bunga tahun ini. S&P 500 naik sekitar 1,1%, Nasdaq Composite menguat 1,9%, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 73 poin atau 0,1%.
Sektor semikonduktor menjadi penopang utama pasar. Intel melonjak 9% setelah Presiden Donald Trump mengatakan perusahaan tersebut akan bermitra dengan Apple untuk desain chip di AS. Saham Nvidia naik lebih dari 2%, Micron Technology melesat lebih dari 9%, sementara iShares Semiconductor ETF menguat lebih dari 6%.
Reli saham chip menunjukkan investor masih melihat tema kecerdasan buatan dan infrastruktur teknologi sebagai katalis penting. Robert Conzo dari The Wealth Alliance menilai kerja sama antarperusahaan dalam infrastruktur AI dapat menjadi tren positif bagi berbagai industri, dengan kemitraan Apple-Intel sebagai salah satu contoh awal.
Meski begitu, pasar masih dibayangi sinyal hawkish The Fed. Dot plot terbaru menunjukkan sembilan dari 18 pejabat Fed memperkirakan suku bunga dapat naik pada 2026. Ketua Fed Kevin Warsh juga tidak menyerahkan proyeksi suku bunga, tetapi berulang kali menegaskan komitmen terhadap stabilitas harga.
Bagi pasar saham, kondisi ini menciptakan dua arah sentimen. Di satu sisi, ekspektasi suku bunga lebih tinggi dapat menekan valuasi, terutama pada saham pertumbuhan. Di sisi lain, laporan tenaga kerja Mei yang lebih baik dari perkiraan, data ritel yang kuat, dan prospek laba korporasi masih memberi dukungan bagi risk appetite.
Fokus berikutnya tertuju pada arah yield Treasury, respons saham teknologi terhadap sinyal Fed, serta apakah reli semikonduktor dapat bertahan. Selama data ekonomi tetap solid, Wall Street berpotensi tetap selektif dengan sektor chip sebagai salah satu penopang utama.(yds)
Sumber: Newsmaker.id