Bitcoin Konsolidasi, Pasar Tunggu Pemicu
Bitcoin bergerak terbatas pada Kamis (6/8) dan diperdagangkan di sekitar US$64.593. Sepanjang hari, Bitcoin bergerak di kisaran US$64.117–US$64.931, menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu sentimen yang lebih kuat sebelum mengambil posisi besar.
Sentimen pasar sedikit membaik setelah Iran dan Oman mencapai kesepakatan awal mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz. Perkembangan ini meningkatkan harapan bahwa arus energi dapat kembali pulih dan tekanan inflasi akibat mahalnya minyak mulai berkurang. Namun, kesepakatan tersebut belum menjamin pembukaan penuh karena masalah keamanan dan mekanisme pelayaran masih dibahas.
Penurunan harga minyak secara tidak langsung menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Minyak yang lebih murah dapat meredakan inflasi dan mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih agresif. Meski begitu, ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran membuat investor belum berani mendorong Bitcoin jauh lebih tinggi.
Dukungan lain datang dari meningkatnya aliran dana ke ETF Bitcoin spot. Sepanjang awal Agustus, dana masuk dilaporkan mencapai sekitar US$626 juta, jauh lebih besar dibandingkan sekitar US$172 juta selama Juli. Arus dana tersebut menunjukkan minat investor institusi mulai kembali, meskipun belum cukup kuat untuk memicu reli besar.
Pergerakan altcoin masih beragam. Ethereum berada di sekitar US$1.625, XRP sekitar US$1,06, Solana US$77,97, dan BNB sekitar US$591,75. Kondisi ini menunjukkan bahwa dana belum menyebar secara merata ke pasar kripto dan investor masih lebih berhati-hati terhadap aset dengan risiko lebih tinggi.
Analisis Newsmaker: Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan area US$65.000 sebagai hambatan terdekat. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju US$67.000 dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus US$65.000 dapat kembali menekan harga menuju area US$63.000–US$64.000. Arah berikutnya akan dipengaruhi perkembangan Hormuz, aliran dana ETF, dan data tenaga kerja AS yang menentukan kebijakan suku bunga The Fed. (arl)
Sumber: Newsmaker.id