Iran Batasi Kapal, Minyak Melonjak Tajam
Harga minyak kembali menguat tajam pada perdagangan Kamis (6/8) setelah optimisme terhadap kesepakatan Iran dan Oman mulai memudar. Brent naik 3,9% ke sekitar US$82,56 per barel, sedangkan WTI melonjak 3,7% ke US$78,01 per barel.
Kenaikan terjadi setelah muncul laporan bahwa kapal milik AS, Israel, dan negara yang dianggap merugikan Iran dapat dilarang melewati Selat Hormuz. Pasar menilai aturan tersebut akan membuat ekspor minyak dari kawasan Teluk tetap terganggu.
Iran mengatakan kesepakatan jalur pelayaran dengan Oman sudah memasuki tahap akhir. Namun, Teheran menegaskan Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut dan pembukaan penuh Hormuz bergantung pada pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar kembali membeli minyak. Semakin lama kesepakatan tertunda, semakin besar risiko pasokan terganggu dan harga minyak kembali naik.
Risiko keamanan juga masih tinggi setelah sebuah kapal tanker dilaporkan mendengar dua ledakan saat melintasi perairan dekat Oman. Kelompok Houthi juga mengklaim menyerang tanker minyak Saudi di Teluk Aden.
Analisis Newsmaker: Minyak kembali bullish karena pasar mulai meragukan pembukaan penuh Selat Hormuz. Selama ketegangan dan pembatasan kapal masih berlangsung, Brent berpeluang bertahan di atas US$80. Namun, pengumuman kesepakatan yang menjamin kelancaran pengiriman dapat kembali memicu penurunan tajam. (arl)
Sumber: Newsmaker.id