Saham Eropa Cetak Rekor Baru Ditopang Turunnya Risiko Inflasi
Indeks saham Eropa menguat untuk sesi kelima berturut-turut pada Rabu (17/6) dan mencetak rekor baru, didukung meredanya risiko inflasi. Euro STOXX 50 naik 0,6% ke 6.297, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,5% ke 639.
Sentimen pasar membaik setelah Iran dan AS tetap menunjukkan komitmen untuk menandatangani kesepakatan pada Jumat. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memulihkan perdagangan energi dari Timur Tengah dan membantu menurunkan tekanan harga energi.
Yield obligasi pemerintah Eropa juga kembali turun seiring harga energi melemah. Kondisi ini mengurangi ekspektasi bahwa European Central Bank perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk merespons tekanan inflasi.
Sektor perbankan kembali memimpin penguatan karena outlook kredit membaik. Santander, UniCredit, dan Deutsche Bank masing-masing naik sekitar 2,5%, menunjukkan investor masih melihat sektor keuangan sebagai penerima manfaat dari sentimen risiko yang lebih stabil.
Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Saham BMW turun lebih dari 6% setelah produsen mobil tersebut memangkas panduan kinerja, dengan alasan memburuknya kondisi pasar China dan dampak lebih luas dari konflik Timur Tengah.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada penandatanganan kesepakatan AS-Iran, arah harga energi, dan respons ECB terhadap inflasi. Selama tekanan energi terus mereda, saham Eropa berpotensi tetap mendapat dukungan, meski risiko sektor tertentu seperti otomotif masih perlu dipantau.(yds)
Sumber: Newsmaker.id