S&P 500 Menguat Tipis, Pasar Pantau Fed
Saham AS dibuka mayoritas menguat pada Rabu (17/6), saat investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve dan mencermati rincian awal kesepakatan damai Timur Tengah. Pada pukul 09.31 ET, S&P 500 naik 0,1% ke 7.516,89, Nasdaq Composite menguat 0,4% ke 26.484,98, sementara Dow Jones Industrial Average bergerak sedikit di atas flatline di 52.011,47.
Pergerakan ini terjadi setelah indeks utama ditutup beragam pada Selasa. S&P 500 dan Nasdaq melemah, sementara Dow mencetak rekor penutupan baru. Sentimen pasar cenderung tertahan karena investor menunggu katalis berikutnya setelah awal pekan yang padat, termasuk pengumuman kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang lebih dari tiga bulan di Timur Tengah.
Fokus utama hari ini berada pada akhir pertemuan dua hari The Fed. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam keputusan pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Pasar akan mencermati apakah Warsh memberi sinyal netral atau lebih hawkish di tengah tekanan antara keinginan Gedung Putih untuk pemangkasan suku bunga dan risiko inflasi akibat harga energi.
Data ekonomi terbaru juga memperkuat perhatian terhadap jalur kebijakan The Fed. Penjualan ritel AS naik 0,9% secara bulanan pada Mei, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 0,5%. Data ini menunjukkan permintaan konsumen masih solid, sehingga dapat membatasi ruang The Fed untuk memberi sinyal pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.
Investor juga menunggu proyeksi ekonomi kuartalan The Fed. Analis BofA Securities memperkirakan proyeksi tersebut akan menunjukkan inflasi lebih tinggi, tingkat pengangguran lebih rendah, dan tidak ada pemangkasan suku bunga tahun ini. Beberapa pembuat kebijakan bahkan diperkirakan dapat memasukkan proyeksi kenaikan suku bunga.
Dari Timur Tengah, laporan media menyebut kerangka 14 poin AS-Iran mencakup gencatan senjata permanen, termasuk di Lebanon, pencabutan blokade laut AS, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut juga akan menjadi dasar negosiasi program nuklir Iran setelah seremoni penandatanganan resmi pada Jumat.
Salah satu ketentuan utama mencakup waiver segera untuk ekspor minyak dan petrokimia Iran, bersama insentif finansial lain seperti pencairan aset beku dan rencana rekonstruksi regional sekitar $300 miliar. Sebagai imbalannya, Teheran akan menyetujui komitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir dan menetralkan material nuklirnya.
Bagi pasar saham, transmisi utamanya berada pada energi, inflasi, yield, dan valuasi. Jika pembukaan Hormuz menekan harga minyak, kekhawatiran inflasi dapat mereda dan memberi dukungan bagi aset berisiko. Namun, jika The Fed memberi sinyal bahwa inflasi masih membutuhkan kebijakan ketat lebih lama, penguatan saham dapat tetap terbatas meski risiko geopolitik mulai menurun. (arl)
Sumber : Newsmaker.id