Market Eropa Naik Tipis, Investor Waspada Data dan Perkembangan Timur Tengah
Pasar saham Eropa bergerak sedikit lebih tinggi pada Rabu (17/06), dengan indeks STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing naik 0,1%. Kenaikan ini terjadi setelah kedua indeks mencatatkan reli signifikan dalam dua sesi sebelumnya, yang mendorong keduanya ke level tertinggi sepanjang masa.
Para investor berhenti sejenak untuk mencerna kenaikan tersebut sambil menunggu informasi lebih lanjut terkait kesepakatan antara AS dan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Fokus pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini.
Sektor teknologi dan industri menjadi pendorong utama kenaikan pasar. Saham ASML Holding naik 1,5%, Schneider Electric bertambah 1,3%, dan UniCredit mencatatkan kenaikan 1%. Leonardo, produsen pertahanan Italia, naik 1% setelah pemerintah Italia memberikan persetujuan bersyarat untuk usaha patungan perusahaan dengan Baykar. Sektor energi dan otomotif menjadi kelompok yang paling lemah dalam perdagangan hari ini.
Saham otomotif terpukul setelah BMW menurunkan panduannya, mengutip memburuknya kondisi di pasar Tiongkok serta dampak konflik Timur Tengah. Saham perusahaan tersebut turun lebih dari 6%. Sementara itu, harga minyak yang melemah membuat saham energi juga turun; Shell kehilangan 1,3%, TotalEnergies turun 0,7%, dan BP anjlok 1,5%.
Investor kini menimbang dampak geopolitik dan ekonomi global terhadap pasar, termasuk perkembangan di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga AS. Para pelaku pasar tetap berhati-hati karena ketidakpastian masih tinggi, dengan aksi jual dan beli yang moderat mencerminkan pendekatan menunggu keputusan dari bank sentral serta respons terhadap konflik regional yang sedang berlangsung. (asd)
Sumber: Newsmaker.id