Saham Asia Melemah Jelang Keputusan The Fed
Saham Asia melemah pada awal perdagangan Rabu (17/06), mengikuti tekanan di Wall Street setelah investor mengurangi eksposur pada saham teknologi. Indeks regional MSCI turun 0,1% setelah reli selama tiga hari, sementara Kospi Korea Selatan yang banyak berisi saham chip melemah 0,6%.
Tekanan ini muncul setelah koreksi saham semikonduktor membebani pasar AS. S&P 500 turun 0,6%, sedangkan Nasdaq 100 melemah hampir 2%. Di sisi lain, SpaceX masih melanjutkan kenaikan pasca-IPO hingga hampir 50% dan melampaui Amazon sebagai perusahaan terbesar kelima dunia berdasarkan nilai pasar.
Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan kebijakan Federal Reserve pertama di bawah Ketua Kevin Warsh. Pasar secara luas memperkirakan The Fed belum mengubah suku bunga pekan ini, tetapi perhatian tertuju pada arah komunikasi kebijakan dan peluang perubahan proyeksi suku bunga.
Harga minyak yang turun tajam dalam beberapa sesi terakhir membantu meredakan kekhawatiran inflasi dari sisi energi. Brent sempat bergerak naik tipis pada awal Rabu setelah turun sekitar 5% dan ditutup di bawah $79 per barel pada sesi sebelumnya. Penurunan minyak membuat pasar menilai ulang apakah tekanan inflasi cukup mereda untuk mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga.
Meski demikian, arah kebijakan The Fed masih belum sepenuhnya jelas. Pelaku pasar kini tidak lagi hanya membahas peluang pemangkasan suku bunga, tetapi juga menimbang apakah kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi jika inflasi tetap kuat. Ketidakpastian ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham teknologi dan aset berisiko.
Di sisi geopolitik, AS dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai sementara, tetapi pasar masih menunggu seberapa cepat Selat Hormuz dapat kembali normal. Fokus berikutnya tertuju pada keputusan Fed, arah yield obligasi AS, perkembangan harga minyak, dan kepastian pemulihan jalur energi di Teluk. (asd)
Sumber: Newsmaker.id