Saham Eropa Menguat Ditopang Optimisme Pembukaan Hormuz
Saham Eropa bergerak menguat pada Selasa (16/6), melanjutkan rekor penutupan hari sebelumnya, setelah prospek pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Stoxx Europe 600 naik 0,2% pada penutupan perdagangan.
Kenaikan indeks terjadi saat AS dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan perdamaian sementara di Swiss pada Jumat. Kesepakatan tersebut dipandang dapat membuka jalan bagi pemulihan arus pasokan melalui Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global.
Sektor perbankan dan industri menjadi penopang utama indeks, sementara sektor telekomunikasi dan teknologi tertinggal. Rotasi ini menunjukkan investor lebih memilih saham siklikal yang sensitif terhadap membaiknya sentimen ekonomi dan turunnya risiko geopolitik.
Harga minyak bergerak menuju penurunan beruntun terpanjang tahun ini karena pasar menilai pembukaan Hormuz dapat membantu memulihkan pasokan. Dalam transmisi pasar, minyak yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi, menekan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan mendukung valuasi saham.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih melihat ruang volatilitas. Stephan Kemper dari BNP Paribas Wealth Management menilai pasar dapat mengalami pola “buy the rumor, sell the fact” karena situasi masih rapuh dan risiko kegagalan kesepakatan tetap ada menjelang tahap akhir.
Stoxx Europe 600 sebelumnya mencetak rekor penutupan pertama sejak awal perang Iran. Namun, kinerja indeks Eropa masih tertinggal dibandingkan kawasan lain karena eksposurnya yang lebih terbatas terhadap saham teknologi yang diuntungkan oleh antusiasme investor terhadap tema kecerdasan buatan.
Joachim Klement dari Panmure Liberum menilai saham AI berada dalam fase bubble, tetapi Eropa baru dapat kembali unggul jika bubble tersebut mulai mereda. Di saham individual, Siegfried Holding AG turun 7,6% setelah UBS memangkas rekomendasi saham pemasok farmasi Swiss itu menjadi neutral dari buy, dengan alasan pertumbuhan organik 2026 masih lemah.(yds)
Sumber: newsmaker.id