Saham Eropa Cetak Rekor, Investor Pantau Bank Sentral
Saham Eropa bergerak naik pada Selasa (16/6) dan melanjutkan rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya. STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing menguat 0,3%, ditopang sentimen positif setelah kesepakatan awal AS–Iran membuka peluang penghentian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Investor masih menilai dampak kesepakatan tersebut terhadap harga energi, inflasi, dan arah suku bunga. Jika arus energi melalui Hormuz kembali normal, tekanan harga minyak dapat mereda dan memberi ruang bagi bank sentral untuk tidak terlalu agresif. Namun, pasar tetap menunggu detail implementasi karena kesepakatan belum sepenuhnya diuji di lapangan.
Fokus pasar juga tertuju pada keputusan bank sentral global pekan ini. Bank of Japan telah menaikkan biaya pinjaman sesuai ekspektasi, sementara investor menunggu keputusan The Fed dan Bank of England. Di Eropa, bank sentral Swiss, Norwegia, dan Swedia juga akan mengumumkan kebijakan moneter, sehingga pasar masih sensitif terhadap sinyal inflasi dan suku bunga.
Sektor industrial dan finansial menjadi penopang utama. Siemens naik 0,9%, Schneider Electric menguat 1,9%, Airbus bertambah 1,1%, Rolls-Royce dan Safran masing-masing naik 1,7%. Di sektor keuangan, BBVA naik 1,2%, Intesa Sanpaolo menguat 1,4%, sementara UniCredit melonjak lebih dari 3% setelah Jerman menolak tawarannya untuk membeli Commerzbank.
Sebaliknya, beberapa saham defensif dan konsumen melemah. Novartis turun 0,5%, LVMH dan L’Oreal masing-masing turun 0,3%, Novo Nordisk melemah 0,6%, dan TotalEnergies turun 0,5%. Rotasi ini menunjukkan investor lebih memilih sektor yang sensitif terhadap pemulihan ekonomi, sementara saham defensif dan energi tertinggal.
Secara fundamental, pasar Eropa sedang membaca dua katalis utama: risiko energi yang mulai mereda dan arah suku bunga global. Jika minyak tetap terkendali dan bank sentral memberi sinyal tidak terlalu hawkish, reli saham Eropa dapat bertahan. Namun, arah berikutnya masih bergantung pada detail deal AS–Iran, harga minyak, keputusan The Fed dan BoE, serta data ekonomi utama kawasan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id