Wall Street Beragam, Teknologi Tertekan di Tengah Pantauan Iran
Saham AS ditutup beragam pada Senin (18/5)dalam perdagangan yang volatil, ketika investor terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah dan menilai peluang kesepakatan AS–Iran. S&P 500 turun tipis 0,1%, Nasdaq melemah 0,5%, sementara Dow Jones naik 160 poin, mencerminkan rotasi sektoral yang masih berlangsung.
Tekanan utama datang dari sektor teknologi, yang menjadi kinerja terburuk pada sesi tersebut. Di sisi lain, saham energi, consumer staples, dan keuangan mencatat kenaikan solid, sejalan dengan latar harga energi yang tetap tinggi dan preferensi investor pada sektor defensif serta value ketika volatilitas meningkat.
Di level saham, Seagate anjlok hampir 7% setelah CEO perusahaan mengatakan dalam konferensi JPMorgan bahwa membangun pabrik baru akan “memakan waktu terlalu lama.” Komentar ini memicu kekhawatiran mengenai kapasitas produksi di rantai pasok teknologi, khususnya di tengah lonjakan permintaan yang berkaitan dengan belanja infrastruktur.
Sentimen negatif menyebar ke kelompok pembuat chip, dengan Micron Technology turun 6%. Investor menilai industri memory chip berpotensi menghadapi keterbatasan kapasitas untuk memenuhi kenaikan permintaan, menambah tekanan pada saham-saham teknologi yang sebelumnya menjadi pendorong reli.
Pasar kini menunggu sinyal lebih jelas terkait arah konflik AS–Iran yang mempengaruhi energi dan inflasi, serta bagaimana dinamika sektor teknologi berkembang di tengah kebutuhan investasi kapasitas dan ekspektasi pertumbuhan permintaan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id