• Sat, May 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 May 2026 03:20  |

Wall Street Terkoreksi, Yield Naik dan KTT Trump–Xi Minim Terobosan

Saham AS ditutup melemah pada Jumat (15/5), terseret koreksi di saham teknologi dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berakhir tanpa pengumuman kebijakan besar. S&P 500 turun 1,24% ke 7.408,50, Nasdaq Composite melemah 1,54% ke 26.225,14, sementara Dow Jones turun 537,29 poin atau 1,07%.

Aksi ambil untung paling terlihat di kelompok teknologi setelah reli tajam beberapa waktu terakhir. Intel turun 6%, AMD melemah 5,7%, Micron turun 6,6%, dan Nvidia turun 4,4%. Cerebras Systems, yang melonjak 68% sehari sebelumnya saat debut di Nasdaq, turun 10%. Pengecualian datang dari Microsoft yang naik 4% setelah Bill Ackman menyebut Pershing Square membangun posisi di saham tersebut.

Tekanan tambahan datang dari pasar obligasi. Yield melonjak, dengan tenor 30 tahun menembus 5,1% dan mencapai level tertinggi sejak 2025. Sejumlah rilis data pekan ini memperkuat persepsi inflasi kembali menguat, sementara harga minyak tetap tinggi akibat konflik Timur Tengah. Kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga lebih ketat cenderung paling membebani saham berorientasi pertumbuhan, yang sensitif terhadap biaya modal.

Di sisi geopolitik, investor menilai hasil KTT Trump–Xi kurang memberikan katalis baru. Kedua pihak sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka berdasarkan ringkasan AS, namun headline lain dinilai tidak cukup kuat untuk mengubah sentimen. Boeing turun sekitar 3%, memperpanjang penurunan setelah pasar menilai pernyataan Trump bahwa China setuju membeli 200 jet Boeing tidak memenuhi ekspektasi yang lebih tinggi.

Koreksi Jumat ini juga datang setelah sesi Kamis yang kuat, ketika Dow kembali menembus 50.000 dan S&P 500 ditutup di atas 7.500 untuk pertama kalinya. Pasar kini menunggu arah yield berikutnya, perkembangan harga minyak dan konflik Timur Tengah, serta apakah ada tindak lanjut konkret pasca pertemuan AS–China yang bisa menurunkan ketidakpastian kebijakan. (arl)*

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai