Iran Nyatakan Hormuz Terbuka, Emas Melonjak
Harga emas menguat tajam pada hari Jumat (17/4) setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka” bagi lalu lintas komersial selama sisa periode gencatan senjata, sebuah perkembangan yang dipandang sebagai langkah besar menuju meredanya perang dengan AS dan Israel yang sempat mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.
Bullion sempat naik hingga 2,1% sebelum memangkas sebagian penguatan, seiring dolar AS dan yield Treasury melemah. Kombinasi dolar yang lebih lemah dan suku bunga yang turun mendukung emas karena diperdagangkan dalam dolar dan tidak memberikan imbal hasil.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembukaan itu sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, dan kapal komersial dapat melintas melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan otoritas Iran. Perkembangan ini ikut meredakan kekhawatiran bahwa guncangan energi akan memicu inflasi yang memaksa bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan menaikkan suku bunga—skenario yang biasanya membebani komoditas non-yielding seperti emas.
Emas sempat memangkas sebagian kerugian perang dalam beberapa hari terakhir seiring optimisme ceasefire meningkat, namun masih turun hampir 8% sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari. Pada 09:37 waktu New York, spot gold naik 1,6% menjadi US$4.864,51/oz. Perak melonjak 5%, sementara platinum dan palladium turut menguat. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,5%. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id