Harga Emas Melemah Ditengah Tekanan Dolar
Harga emas spot melemah tajam pada perdagangan Jumat (15/5), dengan penurunan sekitar 2% ke level $4.560,48 per ons pada pukul 09.46 waktu London. Tekanan juga terlihat pada logam mulia lainnya, terutama perak yang turun lebih dalam sebesar 6% ke posisi US$78,50 per ons.
Pelemahan harga emas terjadi seiring menguatnya dolar Amerika Serikat. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat naik 0,3% dan sudah menguat sekitar 1% sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga minat beli terhadap aset logam mulia cenderung menurun.
Tekanan pada emas juga menunjukkan bahwa pasar sedang kembali memperhitungkan risiko suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Ketika dolar menguat dan ekspektasi suku bunga tetap tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil biasanya ikut berkurang. Hal ini membuat sebagian investor memilih melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan harga emas sebelumnya.
Secara opini, koreksi emas kali ini lebih mencerminkan penguatan dolar dan rotasi jangka pendek di pasar logam mulia. Meski begitu, ruang pelemahan bisa tertahan jika ketegangan geopolitik global kembali meningkat.
Untuk saat ini, fokus pasar masih tertuju pada arah dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, serta perkembangan konflik yang dapat memengaruhi permintaan aset safe haven.
Sumber: Newsmaker.id