Harga Emas, Perak Turun Imbas Fed Hawkish
Harga emas dan perak kembali melemah tajam setelah pasar menyesuaikan ulang ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kontrak emas berjangka di New York turun 3,1% ke level US$4.543,90 per troy ounce dan mengarah pada pelemahan mingguan lebih dari 4%. Sementara itu, perak terkoreksi lebih dalam hingga 9,7% ke level US$77,08 per ounce.
Tekanan terhadap logam mulia muncul karena lonjakan harga minyak akibat perang ikut memperbesar kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat. Ketika inflasi berisiko kembali meningkat, pasar mulai memperkirakan bahwa The Fed bisa mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kebijakan yang lebih hawkish. Kondisi ini membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak kehilangan sebagian daya tariknya.
Pelaku pasar menilai masih terus menaikkan ekspektasi suku bunga The Fed setelah rangkaian data ekonomi AS terbaru menunjukkan sinyal hawkish. Dampaknya, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut bergerak naik. Yield Treasury tenor dua tahun bahkan naik ke level tertinggi dalam beberapa bulan, sehingga memberi tekanan tambahan bagi logam mulia yang tidak memberikan bunga.
Secara opini, pelemahan emas dan perak saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, dan kekhawatiran inflasi energi. Indeks dolar DXY naik 0,4% ke level 99,23, membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Selama pasar masih melihat peluang The Fed bersikap ketat dan harga energi tetap tinggi, emas serta perak berpotensi sulit bangkit dalam jangka pendek, meski risiko geopolitik tetap bisa menahan pelemahan agar tidak terlalu dalam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id