Cisco Angkat Dow, Wall Street Rekor Meski Risiko Iran Bertahan
Saham AS ditutup menguat pada Kamis (14/5), dipimpin reli saham teknologi dan AI setelah kinerja Cisco melampaui ekspektasi, sementara pasar juga mencerna perkembangan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Penguatan terjadi meski konflik Timur Tengah masih menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi melalui kanal harga energi.
Dow Jones Industrial Average naik 370,26 poin atau 0,75% ke 50.063,46, kembali merebut level 50.000. S&P 500 naik 0,77% ke 7.501,24, sementara Nasdaq Composite menguat 0,88% ke 26.635,22. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor intraday dan ditutup pada level tertinggi baru.
Katalis utama datang dari Cisco, yang melonjak 13% setelah merilis hasil kuartal ketiga dan panduan yang melampaui perkiraan Wall Street, sekaligus mengumumkan pemangkasan hampir 4.000 pekerjaan. Kenaikan Cisco memberi dorongan besar bagi Dow dan memperkuat narasi efisiensi biaya di tengah belanja teknologi yang masih solid.
Di sisi AI, Nvidia naik lebih dari 4% setelah Reuters melaporkan AS telah mengizinkan sekitar 10 perusahaan China membeli chip H200, meski belum ada pengiriman. Bersama Amazon, Cisco dan Nvidia disebut menjadi penopang utama pemulihan Dow dalam beberapa bulan terakhir, meski latar makro masih diwarnai risiko inflasi.
Isu Iran turut dibahas dalam KTT Trump–Xi, dengan seorang pejabat Gedung Putih menyatakan kedua pihak sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk arus energi. Pernyataan tersebut menjadi perhatian pasar mengingat gangguan pengiriman di Teluk berperan menjaga harga energi tinggi dan menambah ketidakpastian inflasi.
Namun, tidak semua saham besar bergerak searah. Boeing turun 3,8% setelah Trump mengatakan China setuju membeli 200 pesawat Boeing, jumlah yang dinilai mengecewakan sebagian analis yang sebelumnya mengantisipasi pesanan lebih besar. Pasar kini memantau kelanjutan sinyal dari pembicaraan AS–China, arah harga energi, dan apakah momentum sektor AI tetap cukup kuat untuk menahan tekanan dari inflasi dan suku bunga.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id