Trump–Xi Angkat Risiko, Emas Kian Tertekan
Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah dan bertahan di bawah $4.655, saat penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS kembali menekan aset tanpa imbal hasil.
Tekanan datang dari kombinasi data AS yang masih menunjukkan daya tahan permintaan dan inflasi yang kembali “lengket”. Penjualan ritel April naik 0,5% dan klaim pengangguran awal tercatat 211 ribu, mendorong pasar mempertahankan ekspektasi kebijakan suku bunga ketat lebih lama.
Dolar ikut menguat, dengan DXY bertahan di kisaran 98,78 (tertinggi dua pekan), sejalan dengan yield yang naik setelah rangkaian data inflasi. Kondisi ini mempersempit ruang pemulihan emas karena biaya peluang memegang emas meningkat ketika return aset berimbal hasil naik.
Di sisi inflasi, tekanan energi masih menjadi kanal utama. Data sebelumnya menunjukkan PPI naik 6% YoY dan CPI 3,8% YoY, membuat pasar makin skeptis terhadap peluang pemangkasan suku bunga dalam horizon dekat.
Sementara itu, sentimen risiko membaik di tengah pertemuan Trump–Xi di Beijing. Trump menyebut China setuju membeli 200 pesawat Boeing, dan AS juga menyetujui penjualan chip AI Nvidia H200 ke sekitar 10 perusahaan China—faktor yang mengurangi daya tarik safe haven emas ketika ekuitas menguat.
Di Timur Tengah, negosiasi AS–Iran masih tersendat sehingga tensi tetap tinggi, namun pasar tampak lebih fokus pada transmisi inflasi dan suku bunga ketimbang risk-off murni. Fokus berikutnya beralih ke rilis Empire State Manufacturing Index dan komentar lanjutan pejabat The Fed untuk menguji apakah narasi “higher for longer” terus menguat.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id