• Fri, May 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 May 2026 03:15  |

Retail Sales dan Isu Fed Angkat Dolar

Indeks dolar AS (DXY) menguat pada hari Kamis (14/5) menuju 98,80 dan menyentuh level tertinggi dua pekan setelah penjualan ritel AS naik 0,5% pada April, menegaskan konsumsi tetap resilien meski biaya pinjaman tinggi. Data ini mendorong penyesuaian ekspektasi suku bunga dan menopang permintaan dolar, seiring imbal hasil Treasury AS turut naik.

Dukungan tambahan untuk greenback datang dari laporan bahwa Stephen Miran telah menyerahkan surat pengunduran diri dari Dewan Gubernur The Fed, yang dinilai membuka jalan bagi Kevin Warsh untuk menjabat sebagai Ketua The Fed. Pergeseran ini menambah fokus pasar pada arah komunikasi dan preferensi kebijakan di periode transisi kepemimpinan.

Di pasar G10, EUR/USD melemah ke sekitar 1,1670 akibat kombinasi penguatan dolar dan kenaikan yield AS. Euro tetap kesulitan membangun momentum ketika pelaku pasar menilai ulang prospek kebijakan moneter AS di tengah latar inflasi yang masih panas.

GBP/USD turun ke level terendah satu bulan di sekitar 1,3400, tertekan dominasi dolar serta kekhawatiran fiskal dan politik Inggris yang kembali menonjol. Volatilitas gilt dan ketidakpastian seputar agenda ekonomi Perdana Menteri Keir Starmer menjaga sterling rentan.

USD/JPY naik mendekati 158,30 (tertinggi dua pekan), didukung pelebaran diferensial yield AS–Jepang setelah data inflasi AS yang panas. Yen juga kehilangan sebagian permintaan safe haven ketika sentimen membaik menyusul headline konstruktif dari pertemuan Trump–Xi.

Sementara itu, AUD/USD melemah ke area 0,7220 meski risk sentiment membaik. Pejabat Gedung Putih menyebut Trump dan Xi membahas perluasan kerja sama ekonomi, peningkatan investasi China, serta rencana peningkatan pembelian produk pertanian AS, namun penguatan dolar tetap menutup ruang pemulihan mata uang berisiko.

Pasar berikutnya akan memantau arah yield Treasury, sinyal lanjutan dari The Fed pasca pergeseran di dewan gubernur, serta perkembangan politik Inggris dan tindak lanjut pembicaraan AS–China yang dapat memengaruhi selera risiko global.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai