Saham Eropa Merosot Dipukul Risiko Tarif Trump dan Timur Tengah
Saham Eropa bergerak lebih rendah pada Jumat (08/05), dengan Euro STOXX 50 turun 1,1% dan STOXX 600 melemah 0,8%, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya. Meski terkoreksi di akhir pekan, kinerja mingguan masih positif: STOXX 50 naik 1,5% dalam sepekan, sementara STOXX 600 bertambah 0,8%.
Sentimen investor memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif “jauh lebih tinggi” terhadap Uni Eropa pada 4 Juli jika blok tersebut tidak menurunkan tarif atas barang AS menjadi 0%. Pernyataan itu muncul usai panggilan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang menyatakan Uni Eropa tetap mencatat “kemajuan yang baik” menuju penurunan tarif menjelang tenggat.
Tekanan juga datang dari peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar merespons kabar bahwa AS melancarkan serangan ke target militer Iran setelah adanya serangan terhadap tiga kapal perusak Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, menambah premi risiko di aset berisiko dan memperbesar kehati-hatian investor.
Di sisi korporasi, musim laporan keuangan tetap menjadi fokus. IAG turun sekitar 3% setelah memangkas proyeksi laba tahunan akibat kenaikan biaya bahan bakar jet, sementara Intesa Sanpaolo melemah 1,1% menjelang rilis kinerja kuartalannya. Ke depan, pelaku pasar akan memantau perkembangan negosiasi tarif AS-Uni Eropa dan dinamika risiko geopolitik yang berpotensi memengaruhi biaya energi serta ekspektasi laba emiten. (asd)
Sumber: Newsmaker.id