Emas Menguat Saat Minyak Turun dan Tekan Risiko Inflasi
Harga emas memperpanjang kenaikan dan menembus US$4.750 per troy ounce, di tengah pelemahan harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Kontrak berjangka emas New York naik 1,4% ke US$4.758,00, mencerminkan kembali masuknya minat pada aset lindung nilai di saat tekanan harga energi berkurang.
Penurunan minyak dinilai memperbaiki prospek logam mulia karena menurunkan risiko inflasi dari sisi energi. Di saat yang sama, optimisme terkait peluang kesepakatan AS-Iran untuk melanjutkan pembicaraan damai ikut menopang sentimen risiko dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Kanal transmisi utamanya terlihat pada penurunan yield obligasi dan pelemahan dolar AS yang memberi ruang bagi emas untuk menguat. MUFG menilai turunnya minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi mendorong yield dan dolar melemah, sehingga mendukung harga emas.
Ke depan, pasar akan memantau apakah pelemahan minyak berlanjut dan bagaimana pergerakan yield serta dolar menyesuaikan ekspektasi kebijakan. Perkembangan headline geopolitik AS-Iran dan setiap sinyal baru terkait jalur inflasi energi tetap menjadi variabel kunci yang dapat mengubah arah pergerakan emas dalam jangka pendek.
Sumber: Newsmaker.id