Saham AS Turun Tipis dari Rekor, Eskalasi Iran Angkat Risiko Inflasi Energi
Saham AS melemah tipis dari rekor pada Senin (4/5), ketika eskalasi konflik dengan Iran meningkatkan risiko harga energi bertahan tinggi lebih lama. S&P 500 dan Nasdaq 100 turun sekitar 0,3% dari puncaknya, sementara Dow Jones Industrial Average melemah hampir 200 poin.
Tekanan datang setelah Teheran menyatakan dua kapal perang AS terkena serangan, tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan mengawal kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz. Namun, laporan serangan tersebut dibantah oleh pejabat AS, meski ketidakpastian keamanan jalur energi tetap menjaga sentimen pasar rapuh.
Kenaikan lanjutan harga komoditas energi memperdalam risiko inflasi, yang dinilai dapat membuat Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakan yang ketat lebih lama. Narasi ini menguat setelah rapat The Fed pekan lalu ditandai sejumlah dissent bernada hawkish, sehingga pasar kembali menimbang kemungkinan suku bunga bertahan tinggi.
Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin pelemahan karena lebih sensitif terhadap perubahan risk sentiment, terutama di tengah posisi spekulatif terkait tema AI. Tesla, Meta, dan Alphabet turun hingga sekitar 1%, mempertegas rotasi defensif saat risiko geopolitik meningkat.
Di sektor keuangan, Visa, JPMorgan, dan Goldman Sachs turun tipis di tengah kenaikan imbal hasil jangka panjang. Berkshire Hathaway juga melemah meski mencatat pendapatan lebih tinggi, sementara Palantir menguat menjelang rilis kinerja setelah penutupan pasar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id