Perak Turun, Dolar dan Yield Naik di Tengah Risiko Hormuz
Harga perak (XAG/USD) membuka pekan dengan pelemahan pada Senin (4/5), tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury AS yang memicu aksi ambil untung. Kondisi ini membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak relatif kurang menarik ketika biaya peluang meningkat.
Ketidakpastian pasar juga dipicu perkembangan di Selat Hormuz. Media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan rudal ditembakkan ke arah kapal Angkatan Laut AS di dekat jalur strategis tersebut setelah kapal itu disebut mengabaikan peringatan dari Korps Garda Revolusi Iran. Pejabat AS membantah ada kapal yang terkena serangan, namun insiden itu menegaskan rapuhnya situasi keamanan di kawasan.
Di sisi lain, Washington meluncurkan inisiatif angkatan laut untuk mengamankan jalur pelayaran komersial, yang mendorong Teheran mengeluarkan peringatan potensi pembalasan jika kehadiran militer meningkat. Minimnya kemajuan diplomasi antara kedua negara membuat ketegangan tetap tinggi dan mempertahankan sentimen risk-off di pasar.
Bagi perak, tekanan datang dari dua kanal utama: penguatan dolar yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli global, serta kenaikan yield yang menekan minat terhadap aset yang tidak memberikan kupon. Pasar akan memantau perkembangan Hormuz dan arah yield AS sebagai penentu utama pergerakan perak dalam waktu dekat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id