Emas Stabil di Asia, Pasar Masih Dihantui Risiko Iran
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Asia Senin (04/05), dengan pelaku pasar masih menilai ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah serta arah suku bunga global. Permintaan safe haven dinilai belum cukup memberi dorongan berarti karena pasar juga mempertimbangkan dampak inflasi dari konflik tersebut.
Emas spot tercatat relatif datar di US$4.606,34 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 0,4% ke US$4.624,14 per ons.
Secara tren, emas masih berada dalam fase pelemahan setelah mencatat dua bulan penurunan beruntun. Tekanan ini mencerminkan tarik-menarik antara fungsi lindung nilai saat risiko geopolitik meningkat dan kekhawatiran bahwa efek inflasi dapat menjaga ekspektasi suku bunga tetap ketat, yang biasanya menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Di luar emas, logam mulia lain menguat. Perak spot naik 0,4% ke US$75,6945 per ons, sedangkan platinum spot naik 0,9% ke US$2.010 per ons, menandakan minat selektif pada aset defensif tetap ada meski arah kebijakan suku bunga masih menjadi faktor dominan. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id