Bursa Eropa Turun 5 Sesi, Harga Energi dan Yield Tekan Sentimen
Saham Eropa ditutup melemah pada Jumat (24/4), memperpanjang koreksi menjadi lima sesi beruntun di tengah tekanan harga energi yang tinggi dan dampaknya pada ekonomi kawasan, meski kinerja sektor teknologi relatif lebih baik. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,3% ke 5.885, sementara Stoxx 600 melemah 0,6% ke 611.
Sentimen dibebani kombinasi risiko geopolitik dan biaya energi. Blokade Iran dan AS terhadap kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz mengikis harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat, menjaga kekhawatiran pasokan global tetap tinggi. Kanal transmisinya jelas: energi yang mahal memperburuk outlook inflasi, mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi, dan menekan valuasi ekuitas—terutama sektor siklikal dan keuangan.
Imbal hasil obligasi pemerintah mempertahankan kenaikan pekan ini setelah anggota Governing Council mengingatkan perlunya kenaikan suku bunga pada kuartal ini. Saham bank ikut tertekan, dengan Santander dan BNP Paribas turun 1,5%. Sektor industri juga tertinggal, Safran turun 3% dan Rheinmetall anjlok 6%. Di sisi emiten, Eni turun 1,2% setelah meleset dari ekspektasi laba, sementara SAP melonjak 4,6% berkat kinerja yang kuat.
Pasar Eropa kini akan memantau perkembangan Hormuz yang memengaruhi arah energi, pergerakan yield dan sinyal kebijakan ECB, serta keberlanjutan momentum earnings yang bisa menjadi penyeimbang di tengah tekanan makro.
Sumber: Newsmaker.id