Sentimen Konsumen AS Rekor Terendah, Ekspektasi Inflasi Melonjak
Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan direvisi naik ke 49,8 pada April 2026 dari estimasi awal 47,6. Meski membaik tipis, ini tetap menjadi pembacaan terlemah sepanjang sejarah survei, menandakan tekanan besar pada moral rumah tangga.
Penurunan sentimen terjadi merata di seluruh demografi, tanpa perbedaan berarti berdasarkan afiliasi politik, pendapatan, usia, atau pendidikan. Ekspektasi kondisi bisnis memburuk untuk jangka pendek dan panjang, mendekati level setahun lalu saat episode tarif resiprokal menekan persepsi ekonomi.
Survei menyoroti konflik Iran sebagai pendorong utama pelemahan, terutama lewat kanal energi dan guncangan harga yang lebih luas. Gencatan senjata dua minggu serta penurunan tipis harga bensin hanya membantu memulihkan sebagian kecil penurunan di awal bulan.
Sinyal kunci bagi pasar datang dari lonjakan ekspektasi inflasi: proyeksi satu tahun naik ke 4,7% dari 3,8% (kenaikan bulanan terbesar sejak April 2025), sementara ekspektasi jangka panjang naik ke 3,5% (tertinggi sejak Oktober 2025). Ke depan, pasar akan memantau arah harga energi, perkembangan konflik, dan apakah penurunan sentimen mulai tercermin pada data belanja ritel. (gn)
Sumber: Newsmaker.id