Emas Naik Tipis, Dolar Melemah di Tengah Headline Iran
Harga emas (XAU/USD) bergerak naik tipis pada Jumat (24/04), membalikkan penurunan intraday seiring pelemahan moderat Dolar AS (USD) dan pasar kembali merespons perkembangan terbaru tensi AS-Iran. Meski rebound, ruang kenaikan masih terbatas karena hambatan makro yang tetap dominan.
Pada saat penulisan, XAU/USD berada di sekitar US$4.730 setelah sempat menyentuh low intraday US$4.657. Secara mingguan, emas masih turun hampir 2%, menempatkan logam mulia pada jalur penutupan pekan yang negatif meski ada pemulihan di akhir sesi.
Pelemahan USD terjadi setelah laporan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tiba di Islamabad Jumat malam, menurut Al Arabiya. IRNA menyatakan kunjungan tersebut untuk pembicaraan dengan pejabat Pakistan, bukan dengan AS untuk saat ini, namun headline tersebut memunculkan harapan terbatas terkait peluang dialog dan mendorong permintaan emas.
Di sisi lain, tekanan utama datang dari lonjakan minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat persepsi suku bunga “lebih tinggi lebih lama”, terutama di AS. WTI naik lebih dari 10% pekan ini dan bertahan dekat US$93/barel, kondisi yang cenderung menjaga USD dan yield tetap didukung sehingga membatasi pemulihan emas.
Pasar juga menimbang dinamika geopolitik setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan Presiden AS Donald Trump, meski friksi terkait blokade di Hormuz masih menjadi sumber volatilitas. Dari sisi data, survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen April naik ke 49,8 (di atas perkiraan), sementara ekspektasi inflasi 1 tahun 4,7% dan outlook 5 tahun 3,5%. Dengan kombinasi minyak tinggi dan ketidakpastian geopolitik, pergerakan emas diperkirakan tetap sangat headline-driven, dengan USD dan ekspektasi kebijakan menjadi pembatas utama kenaikan lanjutan. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id