Emas Melemah, Ketegangan Hormuz Angkat Risiko Inflasi
Harga emas bergerak stabil namun bersiap mencatat penurunan mingguan, memutus tren kenaikan empat pekan, seiring meningkatnya ketegangan maritim antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan ini menahan harapan de-eskalasi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi melalui kanal energi.
Emas bertahan di bawah $4.700 per ons pada Jumat, setelah turun hampir 3% sepanjang pekan. Ketegangan meningkat karena AS dan Iran sama-sama mempertahankan blokade pelayaran, sementara Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembaki kapal yang memasang ranjau di Selat Hormuz.
AS juga disebut mencegat dua supertanker minyak yang mencoba menghindari upaya pencegahan lalu lintas ke dan dari pelabuhan Iran. Di sisi lain, Teheran dilaporkan menyerang setidaknya tiga kapal sepanjang pekan ini, memperkuat persepsi bahwa risiko keamanan pelayaran masih tinggi.
Sejumlah pejabat yang mengetahui upaya diplomatik menyebut peluang Iran menyetujui perundingan tatap muka tambahan dengan AS ikut terhambat oleh ancaman Trump dan unggahan media sosial yang agresif. Ini membuat jalur negosiasi terlihat rapuh meski gencatan sempat diperpanjang tanpa batas waktu.
Penurunan emas terjadi setelah optimisme awal mereda, karena blokade Hormuz yang sudah mendekati akhir pekan kedelapan dan volatilitas di sekitar jalur itu mendorong harga minyak kembali lebih tinggi. Gangguan pasokan energi memperbesar risiko inflasi dan menambah peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkan, kondisi yang biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,1% ke $4.690,98 per ons (07.22 Singapura). Perak turun 0,1% ke $75,34, sementara platinum dan palladium relatif stabil. Bloomberg Dollar Spot Index datar setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya.
5 poin penting (headline points):
- Emas menuju rugi mingguan hampir 3%, memutus tren naik empat pekan.
- Kebuntuan maritim AS–Iran meningkat, dengan blokade pelayaran dan perintah Trump terkait ranjau di Hormuz.
- AS mencegat dua supertanker; Iran dilaporkan menyerang setidaknya tiga kapal pekan ini.
- Prospek talks tatap muka melemah, dinilai terhambat ancaman Trump dan komunikasi publik yang keras.
- Gangguan energi mengangkat risiko inflasi dan “higher-for-longer”, menekan emas non-yielding; emas turun sekitar 11% sejak perang dimulai.(Asd)*
Sumber: Newsmaker.id