Dow Anjlok 500 Poin saat Minyak Melonjak, Iran Tegaskan Hormuz Tetap Ditutup
Saham-saham AS tertekan pada Kamis (12/3) setelah harga minyak kembali melonjak di tengah kekhawatiran gangguan pasokan, seiring perang Iran terus berlanjut. Lonjakan energi memperbesar kekhawatiran inflasi dan menekan sentimen risiko di Wall Street.
Dow Jones Industrial Average turun 512 poin atau 1,1%. S&P 500 melemah 0,8%, dan Nasdaq Composite juga turun 0,8%.
Harga minyak mentah terus menanjak setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan penutupan Selat Hormuz harus tetap dilanjutkan sebagai “alat untuk menekan musuh.” Kontrak berjangka WTI diperdagangkan naik sekitar 7% di kisaran $94 per barel. Sementara Brent naik sekitar 7% ke sekitar $99 per barel, setelah sempat menyentuh kembali $100.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada CNBC bahwa Angkatan Laut AS “belum siap” untuk mengawal tanker minyak melalui selat tersebut, meski ia menyebut kemungkinan kesiapan itu bisa tercapai sebelum akhir bulan. Saat ini, lalu lintas di jalur itu disebut nyaris berhenti total seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di sisi keamanan, otoritas setempat melaporkan tiga kapal asing tambahan terkena serangan di Teluk Persia pada malam hari. Insiden itu terjadi setelah tiga kapal lain—termasuk satu di Selat Hormuz—juga dilaporkan terkena serangan pada Rabu.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id