• Fri, Jun 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 June 2026 16:30  |

Emas Stagnan di Atas US$4200, Tekanan Bearish Masih Mengintai

Harga emas atau XAU/USD bergerak relatif datar pada sesi Eropa Kamis (12/6) setelah sempat memangkas pelemahan intraday. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati dalam merespons ketidakpastian kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sementara dolar AS gagal mempertahankan penguatan sebelumnya.

Dukungan terhadap emas datang dari pelemahan dolar AS yang membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Namun, ruang kenaikan emas masih terbatas karena pasar tetap mencermati ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang cenderung hawkish, terutama setelah data inflasi AS kembali menunjukkan tekanan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai dan dokumen final dapat segera ditandatangani, bahkan kemungkinan pada akhir pekan. Namun, optimisme tersebut cepat memudar setelah Iran menyatakan belum mengambil keputusan final. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa beberapa isu penting, termasuk akses Selat Hormuz dan dana Iran yang dibekukan, masih belum selesai.

Ketidakpastian geopolitik semakin kuat setelah pasukan Iran dilaporkan memblokir kapal tanker yang melintas di jalur strategis tersebut tanpa koordinasi. Selain itu, laporan mengenai militer AS yang mencegat dan menembak jatuh dua drone Iran di sekitar Selat Hormuz turut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini sempat mendorong pemulihan harga minyak dan kembali memunculkan kekhawatiran inflasi energi.

Dari sisi makroekonomi, data CPI dan PPI AS pekan ini memperlihatkan tanda percepatan inflasi. Hal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpeluang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkan biaya pinjaman menjelang akhir tahun. Situasi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Secara opini, pergerakan emas saat ini berada di antara dua kekuatan besar. Di satu sisi, risiko geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian Selat Hormuz masih menjaga permintaan safe haven. Namun di sisi lain, ekspektasi Fed yang lebih hawkish, kenaikan yield, dan dukungan terhadap dolar AS menjadi penghambat utama bagi kenaikan XAU/USD.

Selama belum ada kepastian final dari negosiasi AS-Iran, emas berpotensi tetap bergerak volatil dengan kecenderungan terbatas di bawah tekanan suku bunga.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai