Intervensi Yen Guncang USD/CHF
Pasangan USD/CHF bergerak di sekitar 0,8088 pada perdagangan Jumat (31/7), naik dari penutupan sebelumnya di 0,8056. Pasangan mata uang ini sempat mencapai level tertinggi harian di sekitar 0,8129 sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Dolar AS sempat mendapat dorongan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Namun, penguatannya masih terbatas setelah aksi intervensi Jepang untuk menopang yen mengguncang pasar valuta asing dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tindakan lanjutan.
Indeks dolar AS atau DXY bergerak di sekitar 99,96, naik sekitar 0,24% pada malam ini. Meski kembali menguat, indeks tersebut masih berada dekat level psikologis 100,00, menunjukkan bahwa momentum pemulihan dolar belum sepenuhnya kuat.
Perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi sejumlah pejabat bank sentral secara terbuka mendukung kenaikan bunga untuk mengendalikan inflasi. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 69%.
Dari Swiss, pelaku pasar menantikan data inflasi Juli yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan Swiss National Bank. Inflasi yang tetap rendah dapat memperkuat perkiraan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level 0%, sehingga berpotensi membatasi penguatan franc Swiss.
Analisis Newsmaker: USD/CHF masih berpeluang menguat selama mampu bertahan di atas area 0,8050. Namun, kegagalan menembus kembali zona 0,8120–0,8130 menunjukkan tekanan beli belum solid. Penurunan di bawah 0,8050 dapat membawa pasangan ini menuju 0,8000, sedangkan penembusan 0,8130 dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.
Sumber : Newsmaker.id