Euro Melemah Seiring Aktivitas Bisnis Zona Euro Lesu
Euro (EUR) diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis (21/5), bergerak di kisaran yang relatif stabil dalam beberapa hari terakhir, tercatat di 1,1615 saat penulisan. Data aktivitas bisnis zona Euro yang melemah gagal mendukung mata uang bersama ini, sementara harapan moderat atas kesepakatan damai Iran menahan penguatan Dolar AS secara berlebihan.
Data awal HCOB Purchasing Managers Index (PMI) Mei menunjukkan aktivitas sektor jasa zona Euro turun ke level terendah 63 bulan di 46,4 dari 47,6 pada April, lebih rendah dari perkiraan kenaikan menjadi 47,7. Aktivitas manufaktur melambat menjadi 51,4 dari 52,2 sebelumnya, juga di bawah ekspektasi 51,9. Data PMI Jerman pun negatif, dengan kedua sektor manufaktur dan jasa sama-sama menyusut.
Hasil PMI ini menegaskan dampak negatif dari kejutan energi terhadap ekonomi zona Euro dan memberi indikasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lamban pada kuartal kedua. Data ini juga menghadirkan tantangan bagi European Central Bank (ECB) dalam menetapkan kebijakan moneter di tengah inflasi tinggi dan aktivitas ekonomi yang melemah.
Di sisi lain, rally Dolar AS terhenti setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi damai dengan Iran berada pada tahap akhir, memicu optimisme moderat. Hal ini sebagian menetralkan dampak positif terhadap USD dari risalah rapat Federal Reserve April yang cenderung hawkish.
Pemantauan berikutnya akan fokus pada data PMI AS Mei yang preliminer, yang diperkirakan menunjukkan perlambatan ringan di sektor manufaktur, sementara kedua sektor diperkirakan tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat.
Variabel yang perlu dipantau: PMI revisi akhir zona Euro dan AS, pergerakan kebijakan ECB, serta perkembangan negosiasi Iran yang memengaruhi sentimen global.(arl)
Sumber: Newsmaker.id