Harapan Damai Iran Dongkrak Emas, Tekan Harga Minyak
Harga emas spot menguat tipis 0,4% ke $4,502,50 per ounce pada sesi AS Rabu (20/5), setelah sempat menyentuh level terendah sejak akhir Maret. Emas berjangka (futures) menurun tipis 1,1% ke $4,508,00 per ounce, menahan sebagian kerugian awal sesi. Investor menimbang kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar terhadap harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Yield Treasury 30-tahun AS melonjak ke level tertinggi hampir dua dekade, menunjukkan kekhawatiran pasar akan inflasi dan tekanan biaya pinjaman yang tinggi. Lonjakan imbal hasil ini biasanya menekan aset non-yielding seperti emas. Penguatan dolar AS juga membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, menambah tekanan pada logam mulia.
Kendati demikian, optimisme muncul dari tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi damai AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran bisa berakhir “sangat cepat,” setelah sebelumnya menunda serangan baru atas permintaan tiga negara Teluk. Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa Tehran ingin mencapai kesepakatan.
Dari sisi logistik energi, dua supertanker berbendera Cina meninggalkan Selat Hormuz, dan Very Large Crude Carrier Universal Winner dari Korea Selatan juga menyeberang, menandakan potensi pemulihan aliran minyak melalui jalur strategis ini. Selat Hormuz sempat hampir tertutup sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai akhir Februari.
Harga minyak merespons sentimen ini, dengan Brent turun tipis, meski tetap jauh di atas level pra-perang. Pemulihan aliran minyak di Hormuz diharapkan dapat meredakan tekanan harga energi global dan kekhawatiran inflasi.
Investor masih menunggu publikasi minutes Federal Reserve dari pertemuan April untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga, yang menjadi kunci bagi permintaan emas dan ekspektasi inflasi global. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id