Dolar Stabil di Tengah Prospek Kenaikan Suku Bunga Fed dan Tensi Iran
Dolar AS bertahan stabil pada Kamis (21/5)setelah komentar Fed menunjukkan lebih banyak pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga. Prospek hawkish ini, dipadukan dengan ketidakpastian konflik Iran, menekan mata uang lainnya, terutama Dolar Australia yang melemah setelah data tenaga kerja mengecewakan.
Indeks dolar dan futures-nya naik sekitar 0,1%, tetap mendekati level tertinggi enam minggu. Risalah rapat Fed akhir April menunjukkan sebagian besar pejabat terbuka terhadap “pengetatan kebijakan” jika inflasi tetap di atas target 2%, dengan tekanan inflasi terutama dari biaya energi akibat gangguan pasokan terkait perang AS-Israel di Iran.
Dolar Australia melemah 0,5% karena angka pengangguran naik ke level tertinggi 4,5 tahun, menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia pada Juni. Euro dan Pound relatif datar, meski Pound menguat sebelumnya setelah data inflasi Inggris menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan. Euro menghapus kerugian meskipun data menunjukkan aktivitas bisnis di zona euro menyusut dengan laju tercepat dalam 2 1/2 tahun.
Yen Jepang stabil setelah data perdagangan April lebih baik dari perkiraan, didukung ekspor ke AS dan China, serta pertumbuhan manufaktur dan jasa menurut PMI awal Mei.
Variabel yang perlu dipantau: keputusan suku bunga Fed, perkembangan negosiasi dan ketegangan di Iran, serta data ekonomi utama AS, Jepang, dan Australia.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id