Emas Turun Tipis Seiring Dolar Kuat dan Hasil Obligasi Naik
Harga emas bergerak lebih rendah pada Kamis (21/5), dipengaruhi oleh dolar yang stabil dan imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi, meski harapan atas resolusi konflik AS-Iran tetap menopang pasar. Spot emas turun 0,2% menjadi $4.536,09 per ons, sementara kontrak berjangka emas turun 0,5% ke $4.536,01 per ons.
Optimisme mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz memengaruhi sentimen, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi berada di tahap akhir, meski memperingatkan potensi eskalasi kembali jika kesepakatan gagal tercapai. Iran menyatakan tengah meninjau posisi terbaru AS terkait penyelesaian konflik.
Harga minyak Brent turun menjadi $103,97 per barel, namun tetap jauh di atas level sebelum perang di $70 per barel. Lonjakan harga energi yang berkelanjutan dapat mendorong inflasi global dan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga, sehingga menekan kinerja aset non-yield seperti emas.
Peralihan sebagian investor ke dolar AS sebagai aset safe haven juga mengurangi daya tarik emas. Logam mulia lainnya mengalami penurunan; platinum turun 0,3% menjadi $1.949,70 per ons, dan perak turun 0,6% ke $75,41 per ons.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, harga minyak, imbal hasil obligasi, dan pergerakan dolar AS.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id